Bedah

Berapakah Kali Maksimal Bedah Caesar? Bisa Dilakukan Seorang Ibu?

Sebetulnya tidak ada penelitian yang menetapkan dengan pasti berapa kali seorang ibu-ibu hamil boleh melahirkan dengan operasi bedah caesar secara aman. Tapi yang pasti adalah bedah caesar semakin berisiko ketika dilakukan berkali-kali. Melahirkan dengan jalan bedah caesar artinya bahwa mengeluarkan bayi melewati sayatan yang berada di perut, bukan dari vagina. Tahap-tahap penyayatan ini bisa membentuk jaringan luka di kulit. Walau secara keseluruhan bedah caesar tergolong prosedur yang aman, tapi jalan melahirkan semacam ini dapat meningkatkan resiko kamu mengalami komplikasi adhesi ketika proses pemulihan.

Dokter Bedah Digestif  yakni Dokter Eko P (teman lama saya) mengatakan bahwa: “Adhesi adalah perlekatan antara organ oleh jaringan parut. Jaringan parut tersebut adalah jaringan bekas luka operasi caesar. Ketika dalam proses pemulihan luka, jaringan yang terbuka ini menempel menggunakan organ lainnya di sekitarnya. Ini menjadikannya jaringan luka yang mengering jadi satu dengan jaringan organ yang nempel tersebut. Kondisi ini dapat membuatmu merasakan sakit dan juga membatasi pergerakan organ internal”.

Tak cuma itu, anda juga mungkin mengalami gangguan BAB dan memicu gangguan kesuburan. Sayangnya, kamu lebih mungkin mengalami adhesi alias perlekatan apabila menjalani operasi caesar lebih dari satu kali. Risiko sangat meningkat pasca 3 x melahirkan dengan jalan ini. Risiko lainnya yang dapat terjadi karena menjalani bedah caesar berkali-kali antara lain:

  1. Perdarahan hebat. Semakin banyak jumlah anda menjalani bedah caesar, maka semakin meningkat juga risiko kamu terkena perdarahan. Risiko pengangkatan rahim untuk memberhentikan perdarahan pun meningkat sejalan meningkatnya kuantitas bedah caesar nan kamu jalani.
  2. Ada masalah didalam plasenta. bedah caesar yang dikerjakan berulang kali bisa meningkatkan risiko anda mengalami masalah pada plasenta ke kehamilan berikutnya. Masalah yang dapat muncul pada plasenta yakni plasenta melekat kelewat dalam pada otot-otot di sekitar bekas luka caesar (plasenta akreta parah) atau plasenta meliputi jalan lahir bayi (plasenta previa).
  3. Gangguan pernapasan pada bayi. Hal ini umum terjadi setelah anak dilahirkan melalui bedah caesar, apalagi jika dilahirkan sebelum berusia 38 minggu. Bayimu lebih mungkin sedang mengalami gangguan pernapasan apabila anda sudah pernah menjalani prosedur bedah caesar sebelumnya.

Intinya, jika anda pernah melahirkan melalui jalan bedah caesar, maka prosedur kedua dst akan makin rumit dan ngabisin waktu yang lebih lama. Oia, kamu juga tidak direkomendasikan menciptakan secara normal setelah tiga sekarang menjalani bedah caesar. Dokter muatan yang menangani operasi ini pun musti teliti dan waspada ketika menyayat perut sampai masuk ke rahimmu. Jika tidak, dokter kandungan mungkin secara tidak sengaja menyayat usus atau kandung kemihmu. Sempatkan baca artikel ini Bedah Digestif

Sebenarnya, anda berhak memilih ingin menjalani cara persalinan jenis apa pun. Tapi, disarankan untuk menghindari bedah caesar, karena risiko yang bisa terjadi. Perjalanan jalur tersebut apabila secara medis kondisimu tak mendukung untuk melahirkan secara wajar, seperti besar bayi terlampau besar, plasenta meliputi leher rahim, bayi menderita kelainan, posisi bayi melintang, hamil bayi kembar, atau bila kamu mengidap masalah jantung atau HIV. Baca juga Bedah Laparoskopi

Leave a Reply

Your email address will not be published.